Foto istimewa: Kapolda Riau Herry Heryawan yang menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Dumai pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Dumai, Riau, Cakrawala Malut.com— Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang semakin nyata, mulai dari abrasi pantai, perubahan iklim, hingga kerusakan ekosistem pesisir, langkah Kapolda Riau Herry Heryawan yang menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Dumai pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Aksi penanaman mangrove tersebut dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan simbol kepedulian nyata terhadap masa depan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi benteng alami bagi masyarakat sekitar.
Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan alam. Selain mampu menahan abrasi dan intrusi air laut, hutan mangrove juga menjadi habitat berbagai biota serta berfungsi menyerap karbon dalam jumlah besar yang berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.
Ketua Gerakan Hijau untuk Indonesia sekaligus Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Abduh Alfatih, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh Kapolda Riau tersebut.
Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk institusi negara yang memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran publik.
“Apa yang dilakukan Kapolda Riau merupakan contoh kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. Menanam mangrove berarti menanam perlindungan bagi generasi mendatang. Ini adalah investasi ekologis yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Abduh Alfatih.
Ia menilai bahwa Indonesia membutuhkan semakin banyak figur publik dan pemimpin daerah yang berani mengambil peran aktif dalam menjaga alam, bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata yang dapat menginspirasi masyarakat luas.
“Kerusakan lingkungan tidak pernah terjadi dalam satu malam. Begitu pula pemulihannya. Karena itu, langkah kecil seperti menanam seribu mangrove sesungguhnya merupakan bagian dari gerakan besar menyelamatkan masa depan pesisir Indonesia. Kami mengapresiasi Kapolda Riau yang telah menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, lintas sektor dan lintas institusi,” tambahnya.
Abduh juga mengingatkan bahwa kawasan pesisir Indonesia saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim global. Oleh karena itu, program rehabilitasi mangrove perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat setempat agar memberikan dampak yang lebih luas.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, lanjutnya, seharusnya tidak berhenti sebagai peringatan tahunan semata, melainkan menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga bumi yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Langkah penanaman 1.000 mangrove di Pantai Dumai menjadi pesan kuat bahwa menjaga alam tidak harus menunggu keadaan memburuk. Justru ketika kepedulian tumbuh sejak hari ini, harapan untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada anak cucu bangsa akan tetap hidup dan berakar kuat, sebagaimana akar-akar mangrove yang kini mulai ditanam di pesisir Riau.
Sumber: Komrad Pancasila
Editor : Ais Le


