Desa Gurua,Cakrawalamalut.Com-Kemarahan warga Desa Gurua, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, akhirnya meledak. Proyek pembangunan pagar desa yang menggunakan dana desa kini diduga mangkrak dan dibiarkan terbengkalai tanpa penyelesaian.
Kondisinya memprihatinkan — pagar belum diaci, belum dicat, dan terlihat seperti proyek gagal yang ditinggalkan begitu saja.
Warga menilai proyek tersebut bukan hanya mencerminkan buruknya pengelolaan anggaran desa, tetapi juga memunculkan dugaan adanya ketidakberesan dalam penggunaan dana pembangunan. Sebab hingga kini, tidak ada penjelasan resmi dari pemerintah desa mengenai total anggaran maupun alasan proyek tersebut berhenti.
“Ini uang negara, bukan uang pribadi. Kalau proyek dibiarkan setengah mati begini, masyarakat pantas curiga,” tegas salah satu warga dengan nada geram.
Di tengah kondisi pagar yang mangkrak, nama Kepala Desa Gurua, Basri Haji Muhammad, kini menjadi sorotan utama masyarakat. Warga menilai kinerja kepala desa semakin tidak dipercaya karena proyek yang seharusnya menjadi fasilitas desa malah berubah menjadi simbol kekecewaan warga.
Bahkan, sebagian masyarakat mulai menyebut proyek pagar tersebut sebagai “proyek siluman” karena dinilai tidak transparan dan tidak jelas pertanggungjawabannya. Dugaan itu semakin kuat lantaran proyek hingga kini tidak menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Warga mendesak Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, agar segera turun tangan sebelum persoalan ini semakin liar menjadi pembicaraan publik. Masyarakat meminta Bupati tidak tinggal diam dan segera memerintahkan Inspektorat melakukan audit total terhadap penggunaan dana proyek pagar desa tersebut.
“Kalau memang bersih, jangan takut diaudit. Tapi kalau ada permainan anggaran, aparat harus bertindak,” ujar warga lainnya.
Tak hanya audit, warga juga meminta aparat penegak hukum ikut memantau proyek tersebut apabila nantinya ditemukan indikasi kerugian negara. Menurut warga, dana desa seharusnya dipakai untuk kepentingan masyarakat, bukan meninggalkan proyek mangkrak yang akhirnya menjadi bahan gunjingan warga setiap hari.
Kini, tekanan publik terhadap Pemerintah Desa Gurua terus membesar. Warga menunggu keberanian pemerintah kabupaten dan Inspektorat Halmahera Selatan untuk membuka secara terang penggunaan anggaran proyek pagar desa yang kini menjadi polemik di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Gurua Basri Haji Muhammad belum memberikan klarifikasi resmi terkait proyek pagar desa yang diduga mangkrak dan menuai sorotan tajam masyarakat tersebut.
Tim Redaksi


