Foto ilustrasi
DOBO, Cakrawala Malut.com— Menyusul beredarnya pemberitaan terkait dugaan tindak penganiayaan terhadap seorang anggota TNI di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, kini pihak yang bersangkutan memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah publik.
Serda Aan, prajurit TNI Angkatan Darat asal Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang sebelumnya dikabarkan menjadi korban kekerasan oleh sejumlah rekan satuannya di Yonif TP 912, menegaskan bahwa insiden yang terjadi beberapa hari lalu bukanlah seperti yang diberitakan.
Ia menyampaikan bahwa peristiwa tersebut murni merupakan kesalahpahaman antar sesama anggota di dalam satuan, dan telah diselesaikan secara internal oleh pimpinan.
“Ini hanya kesalahpahaman antar anggota. Sudah diselesaikan oleh atasan, dan kami sudah saling bermaaf-maafan,” ujar Serda Aan dalam keterangannya.
Serda Aan juga memastikan bahwa kondisi kesehatannya dalam keadaan baik dan tidak mengalami gangguan serius seperti yang sempat dikhawatirkan dalam pemberitaan sebelumnya. Saat ini, dirinya tetap aktif menjalankan tugas seperti biasa sebagai prajurit TNI Angkatan Darat di wilayah penugasan.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan informasi yang beredar sebelumnya dapat diluruskan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Situasi di internal satuan disebut tetap dalam kondisi kondusif dan terkendali.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak satuan terkait kronologi awal kejadian. Namun klarifikasi dari Serda Aan menjadi penegasan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara internal dan tidak berlanjut. (Red)
Editor : Ais Le


