Kepala Dinas PUPR Halmahera Selatan, M. Idham Pora ( foto istimewa)
Halmahera Selatan, cakrawalaMalut.com– Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Halmahera Selatan memastikan pembangunan Pelabuhan Semut tetap berjalan dan bukan proyek mangkrak, meski progresnya masih menjadi sorotan publik.
Kepala Dinas PUPR Halmahera Selatan, M. Idham Pora, dalam wawancara pada Senin (6/4/2026), menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 92 persen.
“Progres sekarang sudah 92 persen,” ujarnya.
Ia menegaskan, proyek Pelabuhan Semut merupakan bagian dari program strategis daerah yang menjadi prioritas pemerintah, sehingga tetap dilanjutkan hingga tuntas.
“Proyek ini tetap berjalan. Pemerintah berkomitmen penuh, baik dari sisi pendanaan maupun pemanfaatannya,” tambahnya.
Menurut Idham, pelabuhan tersebut ditargetkan dapat difungsikan pada 30 April 2026. Namun, apabila masih terdapat sisa pekerjaan dalam skala kecil, penyelesaian akan dilakukan melalui mekanisme adendum kontrak tanpa perlu tender ulang.
Ia menjelaskan, jika progres telah mendekati 98 persen, maka sisa pekerjaan sekitar 2 persen akan diselesaikan dengan tetap memberikan sanksi denda kepada kontraktor sesuai ketentuan.
“Kalau hanya tersisa sedikit, tidak mungkin ditender ulang. Tapi kontraktor tetap dikenakan denda,” tegasnya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah juga masih memiliki kewajiban pembayaran sekitar Rp9 miliar yang akan segera dicairkan guna mempercepat penyelesaian proyek.
Untuk kondisi di lapangan, pekerjaan utama seperti dermaga, ruang tunggu penumpang, serta infrastruktur dasar pada prinsipnya telah hampir rampung.
Sementara pekerjaan yang tersisa umumnya berada pada sektor penunjang, seperti penataan lanskap, area parkir, penerangan, pagar, serta pembangunan dua pintu gerbang.
Pembangunan gedung kantor pelabuhan juga telah memasuki tahap akhir.
“Struktur sudah selesai, tinggal finishing. Ada sedikit kendala keterlambatan material dari Surabaya karena libur Lebaran,” jelasnya.
Dalam kontrak senilai Rp58 miliar, pemerintah memprioritaskan pembangunan fasilitas utama, meliputi dua dermaga (dermaga speed dan dermaga kapal antar-pulau), ruang tunggu penumpang, serta infrastruktur dasar seperti beton area parkir, talud, dan breakwater.
Di sisi lain, beberapa pekerjaan masih berada pada tahap dasar, seperti timbunan sirtu dan fondasi pagar, termasuk pemasangan pagar BRC yang belum sepenuhnya selesai.
Idham juga mengimbau masyarakat agar tidak keliru menilai proyek tersebut sebagai proyek mangkrak.
“Anggaran yang tersedia baru sampai pada tahap ini. Penyelesaian lanskap akan dilanjutkan pada tahap berikutnya,” ujarnya.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa perpanjangan waktu pengerjaan hingga akhir April 2026 merupakan langkah teknis yang telah diperhitungkan. Jika terjadi keterlambatan, kontraktor tetap akan dikenakan sanksi sesuai kontrak.
Sementara itu, Bupati Halmahera Selatan berharap proyek pembangunan Pelabuhan Semut yang bersifat multi-years ini dapat segera difungsikan secara optimal pada triwulan II tahun 2026, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.//Ais Le
Editor: Redaksi


