Foto RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, Maluku Utara
TERNATE, Cakrawala Malut.com– Sekitar 20 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), provinsi Maluku Utara baik laki-laki maupun perempuan, yang ditugaskan menjaga keamanan di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, menyampaikan keluhan terkait minimnya perhatian terhadap kebutuhan konsumsi mereka selama bertugas.
Para petugas yang telah menjalankan tugas pengamanan sejak masa kepemimpinan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba itu mengaku hingga saat ini belum mendapatkan jatah makanan layak dari pihak manajemen rumah sakit, khususnya pada jam makan.
Salah satu petugas Satpol PP yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa selama bertugas, mereka hanya diberikan konsumsi berupa roti sebanyak enam buah dan enam sachet minuman cokelat instan. Kondisi tersebut, menurutnya, jauh dari cukup untuk menunjang stamina dalam menjalankan tugas yang menuntut kesiapsiagaan penuh, terlebih dalam lingkungan rumah sakit yang membutuhkan pengawasan ketat.
“Kami bertugas menjaga keamanan, mengatur ketertiban, bahkan membantu saat kondisi darurat. Tapi untuk makan saja kami hanya diberikan roti dan minuman sachet. Tentu ini sangat memprihatinkan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/04/2026).
Ia menambahkan, tugas yang diemban tidak ringan. Para petugas harus berjaga dalam waktu yang cukup panjang, menghadapi berbagai situasi, mulai dari pengaturan pengunjung hingga membantu pengamanan pasien dan tenaga medis. Dalam kondisi seperti itu, asupan makanan yang layak menjadi kebutuhan mendasar yang tidak seharusnya diabaikan.
Keluhan ini pun menggugah empati, mengingat peran Satpol PP sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban di fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit. Tanpa dukungan yang memadai, dikhawatirkan kinerja mereka dapat terganggu.
Para petugas berharap pihak manajemen RSUD dr. H. Chasan Boesoirie dapat lebih memperhatikan kesejahteraan mereka, khususnya dalam hal penyediaan konsumsi yang layak selama bertugas.
“Kami tidak menuntut berlebihan. Cukup makanan yang layak agar kami bisa bekerja dengan baik. Karena bagaimanapun, kami juga manusia yang butuh tenaga dan kesehatan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen rumah sakit terkait keluhan tersebut. Namun, para petugas berharap adanya evaluasi dan perbaikan ke depan demi menunjang kinerja serta menjaga semangat pengabdian mereka kepada masyarakat.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa di balik kelancaran pelayanan publik, terdapat para petugas yang bekerja tanpa lelah dan membutuhkan perhatian yang layak. Dukungan terhadap mereka bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi juga bagian dari menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat luas. (Red)
Editor : Ais le


