Cakrawalamalut.Com– KAYOA, HALMAHERA SELATAN — Masyarakat Desa Bajo, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, mempertanyakan kejelasan penyelesaian pembangunan jalan hotmix di wilayah mereka yang hingga kini masih menyisakan sekitar 84 meter.
Pembangunan jalan tersebut sebelumnya diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi dan menunjang aktivitas masyarakat. Namun, hingga saat ini, pekerjaan pada ruas jalan yang tersisa belum juga diselesaikan sehingga menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.
Persoalan tersebut sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan antara masyarakat dan pihak kontraktor pelaksana. Kontraktor yang dikenal dengan panggilan Pak Acang pada prinsipnya menyatakan kesiapan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan sepanjang 84 meter di Desa Bajo.
Namun, penyelesaian pekerjaan disebut masih terkendala persoalan pagar milik masyarakat yang sebelumnya belum bersedia dibongkar. Pihak kontraktor juga menyampaikan bahwa pembongkaran pagar masyarakat tidak menjadi tanggung jawab kontraktor dan pihaknya berharap dapat langsung melaksanakan pekerjaan apabila persoalan tersebut telah diselesaikan.
Masyarakat kemudian berharap pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pihak kontraktor, serta warga yang terdampak dapat duduk bersama untuk mencari solusi sehingga pembangunan jalan tidak terus tertunda.
Masyarakat Pertanyakan Pengalihan Pekerjaan
Kekecewaan masyarakat semakin mencuat setelah salah satu perwakilan pemuda Desa Bajo berkomunikasi dengan Camat Kayoa untuk meminta penjelasan mengenai kelanjutan pembangunan jalan tersebut.
Berdasarkan keterangan perwakilan pemuda, dalam komunikasi tersebut Camat Kayoa menyampaikan bahwa pengalihan pekerjaan jalan ke Desa Guruapin dilakukan atas perintah dirinya kepada pihak kontraktor.
Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat Desa Bajo, khususnya terkait dasar dan alasan pengalihan pekerjaan, sementara masih terdapat sekitar 84 meter ruas jalan di Desa Bajo yang belum diselesaikan.
“Kami datang bukan untuk mencari masalah. Kami hanya ingin mendapatkan kejelasan. Kalau memang ada persoalan di lapangan, mari kita selesaikan bersama. Jangan sampai masyarakat Bajo yang akhirnya dirugikan,” ujar salah satu perwakilan pemuda.
Minta Pemerintah Berikan Penjelasan Terbuka
Masyarakat Desa Bajo meminta Pemerintah Kecamatan Kayoa dan pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status pembangunan jalan hotmix tersebut, termasuk volume pekerjaan yang telah direalisasikan, sisa pekerjaan, kendala di lapangan, serta alasan pengalihan pekerjaan apabila memang benar terjadi.
Masyarakat juga meminta agar persoalan pagar yang menjadi salah satu kendala dapat segera dimediasi. Menurut mereka, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah antara masyarakat, pemerintah, dan kontraktor.
Bagi masyarakat Desa Bajo, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan menjadi akses penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan mobilitas warga.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil posisi sebagai mediator yang adil dan memastikan kepentingan masyarakat serta pihak pelaksana pekerjaan dapat diselesaikan secara baik.
“Kami hanya ingin keadilan. Kalau memang ada kendala, mari duduk bersama dan cari jalan keluar. Jangan sampai Desa Bajo menjadi pihak yang terus dirugikan karena persoalan yang tidak kunjung selesai,” tegas perwakilan pemuda.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan maupun pekerjaan kontraktor. Mereka hanya meminta agar pembangunan jalan yang telah direncanakan di Desa Bajo dapat diselesaikan secara transparan, adil, dan bertanggung jawab.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat penjelasan resmi dari Pemerintah Kecamatan Kayoa maupun pihak kontraktor mengenai kepastian waktu penyelesaian sisa 84 meter jalan tersebut.
Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat perhatian pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur di Desa Bajo tidak berlarut-larut dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.// Red

