TERNATE,Cakrawala malut.Com – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Ternate Selatan tengah menangani kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair), Salvin Sarafudin (21), warga Desa Gurua, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan.
Peristiwa tersebut dilaporkan oleh pihak keluarga korban ke Polsek Ternate Selatan setelah kejadian yang berlangsung pada 4 Mei 2026 di kawasan kos-kosan Warben, Kelurahan Gambesi, Kota Ternate.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Salvin yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin Unkhair, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka pada bagian wajah dan sempat mendapatkan penanganan medis.
Kasus ini menarik perhatian keluarga korban serta masyarakat Desa Gurua yang berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Setelah menerima laporan resmi, pihak kepolisian segera melakukan serangkaian langkah penyelidikan. Sejumlah saksi dan pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam kejadian tersebut telah dimintai keterangan guna mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
Keluarga korban menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang ditunjukkan aparat kepolisian dalam menindaklanjuti laporan mereka. Meski demikian, mereka berharap penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan hingga seluruh fakta yang terjadi dapat terungkap secara jelas.
“Kami berharap proses hukum berjalan secara objektif dan tuntas, sehingga korban memperoleh keadilan serta menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar salah satu anggota keluarga korban.
Kasus ini juga mendapat perhatian dari masyarakat Halmahera Selatan, khususnya warga Desa Gurua, serta kalangan mahasiswa yang menginginkan penegakan hukum dilakukan secara adil tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Ternate Selatan masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi, melengkapi alat bukti, serta mendalami kronologi kejadian guna memastikan proses penanganan perkara berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah terduga pelaku maupun motif yang melatarbelakangi dugaan pengeroyokan tersebut. Proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Tim Redaksi


