Kabupaten Gorontalo, Cakrawala Malut. Com – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar sosialisasi dan edukasi penanggulangan krisis kesehatan di aula Puskesmas Limboto, Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat sesuai visi dan misi Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie.
Informasi tersebut di lansir (Mcgorontaloprov) yang mengatur tentang kegiatan tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan penanganan krisis kesehatan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Andriyanto Abdussamad, menyatakan bahwa upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat sejalan dengan komitmen untuk memperkuat pelayanan dasar kesehatan dan membangun ketahanan daerah terhadap bencana serta krisis.
“Penanganan krisis kesehatan tidak hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai garda terdepan,” ujar Andriyanto.
Melalui kegiatan ini, kader dan relawan diberikan kompetensi dasar dalam mengenali tanda bahaya, melakukan pertolongan pertama, serta memahami alur rujukan yang tepat – khususnya bagi ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan penyandang disabilitas.
Andriyanto menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum krisis terjadi, dengan edukasi sistematis dan praktik lapangan untuk meminimalkan risiko kematian dan kecacatan pada kelompok rentan saat situasi darurat.
Program ini akan dilaksanakan di enam kecamatan lokus, yaitu Dumbo Raya (Kota Gorontalo), Limboto (Kabupaten Gorontalo), Bone Pantai (Kabupaten Bone Bolango), Tomilito (Kabupaten Gorontalo Utara), Paguyaman Pantai (Kabupaten Boalemo), dan Paguat (Kabupaten Pohuwato). Pelaksanaan perdana digelar di Limboto sebagai titik awal tahun 2026.
Sasaran kegiatan meliputi kelompok masyarakat, relawan, dan kader kesehatan, dengan metode pemberian materi, simulasi praktik, serta diskusi interaktif. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas dalam menghadapi krisis kesehatan akibat bencana alam atau situasi darurat lainnya. (mcgorontaloprov/ilb/md)
Tim Redaksi

