Ternate, Cakrawala Malut. Com – Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan 14 bahan kebutuhan pokok penting (Bapokting), Tim Satgas Saber Pangan Polda Maluku Utara bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah gudang, pasar tradisional, hingga ritel modern di Kota Ternate, Selasa, 10 Februari 2026.
Sidak tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang Hari Besar Keagamaan (HBK), dengan tujuan memastikan keterjangkauan harga, menjamin keamanan pangan, serta menjaga mutu komoditas yang beredar di pasaran.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran sidak meliputi Gudang Firma Agung, Pasar Tradisional Bastiong, Pasar Higienis Gamalama, Hypermart, Gudang Bulog, serta gerai Indomaret di Kelurahan Jati, Kota Ternate.
Dalam kegiatan tersebut, tim Satgas memantau langsung sejumlah komoditas utama kebutuhan masyarakat, di antaranya beras, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, dan daging. Selain mengecek harga, petugas juga berdialog dengan para pedagang untuk menelusuri jalur distribusi bahan pangan.
Sekretaris Satgas Saber Pangan yang juga Kepala Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara, Deni Tjan, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan stok sembako di Maluku Utara masih dalam kondisi aman hingga beberapa bulan ke depan.
“Untuk stok, sesuai hasil pemantauan di lapangan, masih sangat aman,” ujarnya kepada wartawan.
Meski demikian, Deni mengakui adanya perbedaan harga sejumlah komoditas antara Pasar Bastiong dan Pasar Gamalama. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh rantai distribusi pedagang.
“Sebagian pedagang di Pasar Bastiong mengambil barang dari Pasar Gamalama untuk dijual kembali. Namun, selisih harga yang terjadi tidak terlalu signifikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh temuan selama sidak akan dibahas lebih lanjut dalam rapat bersama tim Satgas untuk menentukan langkah lanjutan yang diperlukan.
“Temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti melalui rapat bersama sebagai bahan evaluasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satgas Daerah (Kasatgasda) Kombes Pol Edy Wahyu Susilo melalui Iptu Jeremy Theo menegaskan bahwa kegiatan sidak tersebut mengedepankan langkah preemtif dan preventif, dengan penindakan hukum sebagai upaya terakhir.
“Apabila ke depan ditemukan adanya pedagang atau distributor yang melakukan permainan harga hingga penimbunan yang menyebabkan kelangkaan, maka langkah penegakan hukum akan kami tempuh,” tegasnya.
Tim Redaksi

