Jakarta, Cakrawala Malut.com— Pemerintah Indonesia menyatakan komitmen kontribusi sebesar US$1 miliar kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace) sebagai bagian dari upaya aktif menjaga perdamaian dunia dan mendukung proses rekonstruksi wilayah Gaza, Palestina. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya dalam pernyataan resmi pemerintah.
Kontribusi dana tersebut ditujukan untuk mendukung misi kemanusiaan global, khususnya pemulihan infrastruktur, bantuan sosial, serta stabilisasi keamanan pascakonflik di Gaza. Langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan nilai kemanusiaan dan keadilan internasional.
Menurut Purbaya, sebagian besar dana akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah memastikan bahwa alokasi dana dalam jumlah besar tersebut tidak akan mengganggu stabilitas fiskal maupun pertumbuhan ekonomi nasional yang tengah berjalan.
“Pemerintah telah melakukan perhitungan matang. Kontribusi ini tetap berada dalam koridor kehati-hatian fiskal dan tidak mengorbankan kepentingan domestik,” ujar Purbaya.
Terkait mekanisme penyaluran dan jadwal realisasi, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah masih menunggu arahan dan keputusan Presiden Prabowo Subianto agar penggunaan dana benar-benar tepat sasaran dan efektif.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kontribusi Indonesia ke Dewan Perdamaian juga berkaitan erat dengan status keanggotaan permanen Indonesia di lembaga internasional tersebut. Ia menilai langkah ini akan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam diplomasi global, khususnya dalam isu perdamaian dan resolusi konflik.
“Kontribusi ini bukan hanya bantuan kemanusiaan, tetapi juga investasi diplomatik yang memperkuat peran Indonesia sebagai aktor perdamaian dunia,” kata Sugiono.
Meski menuai beragam tanggapan publik, kebijakan ini secara luas dipandang sebagai implementasi amanat konstitusi UUD 1945 yang menegaskan peran Indonesia dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Pemerintah berharap partisipasi aktif ini tidak hanya membantu rakyat Gaza bangkit dari krisis kemanusiaan, tetapi juga mendorong stabilitas keamanan di kawasan konflik serta mempertegas kepemimpinan Indonesia dalam misi kemanusiaan internasional.
Sumber : Hj Hagia Sofia
Wartawan: Alutsista
Editor : Redaksi

