Bandung Barat – Beredar informasi di media sosial terkait dugaan 23 personel TNI yang termasuk di antara puluhan korban belum ditemukan akibat longsor besar di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang terjadi pada akhir pekan lalu.
Menanggapi kabar tersebut, Kodam III/Siliwangi menegaskan hingga saat ini masih melakukan penelusuran dan konfirmasi langsung di lapangan. Pihak Kodam belum dapat memastikan kebenaran informasi terkait keterlibatan anggota TNI di antara korban yang dilaporkan hilang.
“Kami masih melakukan pendataan dan pengecekan secara menyeluruh di lokasi kejadian, termasuk berkoordinasi dengan satuan terkait dan tim SAR gabungan,” ujar perwakilan Kodam III/Siliwangi dalam keterangan resminya.
Proses pencarian korban longsor hingga kini terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan. Upaya pencarian difokuskan pada titik-titik yang diduga tertimbun material longsor, dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel di lapangan.
Kodam III/Siliwangi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya, serta menunggu hasil resmi dari pihak berwenang. Setiap perkembangan terkait pencarian korban, termasuk jika terdapat personel TNI yang terdampak, akan disampaikan secara terbuka kepada publik.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung, dan harapan tetap ada agar seluruh korban dapat ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun untuk proses evakuasi lanjutan.
Tim Redaksi

