LABUHA, Cakrawalamalut.Com– Seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang juga berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) berinisial ED resmi dilaporkan ke Kantor Polres Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Pelaporan ini dilakukan lantaran yang bersangkutan diduga terus-menerus menceritakan aib istri orang di hadapan orang lain.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula dari kebiasaan pelaku yang kerap membicarakan hal-hal yang tidak pantas terkait kehidupan pribadi istri seseorang di lingkungan sekitar. Bahkan, pelaku diketahui sering menyampaikan hal-hal tersebut di hadapan teman-teman maupun warga lain, sehingga menimbulkan keresahan dan merugikan pihak yang menjadi korban.
Akibat ulah pelaku, keluarga korban merasa terhina, malu, dan terganggu. Upaya damai yang sebelumnya diharapkan ternyata tidak membuahkan hasil, sehingga korban memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan ED ke Polres Halmahera Selatan pada hari Senin, 19 Oktober 2026.
Dalam laporannya, korban menuding perbuatan pelaku diduga melanggar ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, khususnya terkait penyerangan terhadap kehormatan dan reputasi seseorang.
Hingga saat ini, pihak kepolisian Polres Halmahera Selatan telah menerima laporan tersebut dan sedang melakukan proses pemeriksaan awal serta pengumpulan keterangan dari kedua belah pihak. Pihak kepolisian berharap masyarakat menyelesaikan masalah dengan tenang dan mengikuti proses hukum yang berlaku.
Sementara itu, warga berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas, khususnya bagi seorang pendidik yang seharusnya menjadi teladan dalam menjaga lisan dan menjaga kehormatan sesama. Membicarakan aib orang lain, apalagi yang belum tentu kebenarannya terbukti, bukan hanya melukai hati orang lain, tetapi juga dapat berkonsekuensi hukum yang serius.
Kepala Bidang Pendidikan terkait juga diimbau untuk memberikan pembinaan kepada para guru agar senantiasa menjaga etika dan profesionalisme dalam bertindak, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
(Laporan: Warga Halmahera Selatan)


