Foto Sala satu Perahu Motor Penumpang Rote Labuha – Kusubibi bermuatan jenis BBM
Halmahera Selatan, CakrawalaMalut.com –Perahu Motor Antar Pulau PM Faujan Jaya dan PM Marfin di Pelabuhan Habibi, kabupaten Halmahera Selatan, yang beroperasi Di Desa Kusubibi, belum mengantongi Surat Dokumen berlayar. PM Faujan Jaya dan PM Marfin beroperasi selama ini secara ilegal, tidak memiliki Surat izjin Pemuatan dan Surat izjin berlayar ( SIB) Surat Keselamatan Kapal Penumpang (SKKP) namun tetap beroperasi
Kedua kapal tersebut diduga belum mengantongi dokumen pelayaran dan izin operasional yang lengkap.Perahu Motor yang di pergunakan sebagai mobilitas penumpang antar pulau selama ini ternyata belum memiliki izjin seperti Perahu motor lain Pada umumnya. Keberangkatan nya juga tidak di kantong surat Keberangkatan sama sekali, mereka bebas beroperasi Tampa surat surat sepeserpun yang di Keluarkan Syahbandar Setempat.
Saat di konfirmasi Media ini Sabtu 16 mei 2026. Pihak Syahbandar membenarkan, ada berapa Perahu motor ( PM ) yang belum Memiliki Izjin sama sekali.dan itu kami tidak memberikan Surat berlayar ke mereka.
” Kami tidak memberikan Surat berlayar kalau belum Mengantongi izjin lengkap.
Bukan itu saja, Bodi yang seharusnya menjadi Motor penumpang ke pulau pulau malah di jadikan sebagai sarana Pemuatan BBM. Tampa memikirkan resiko dan keselamatan Penumpang.
Saat pantauan media ini di lokasi pelabuhan Habibi Rabu 13/5/2026, terlihat’ bodi yang seharusnya menjadi motor penumpang, malah menjadi tempat pemuatan BBM, sejenis Pertamax, Minya Tanah.
Ada beberapa Bodi terlihat mengadakan Pemuatan BBM diatas Kap, Tampa memikirkan Keselamatan Penumpang.
Bahan bakar yang Muda terbakar itu tergeletak diatas Kap bodi Tampa ada Pengamanan, semuanya di Biarkan terkena Panasnya Matahari.
Petugas Syahbandar juga mengatakan bodi penumpang PM Faujan Jaya, dan PM Marfin Rote Labuha – Kusubibi itu, Belum memiliki Surat berlayar.
” kami suda informasi Kemerka Agar mengurus Surat persetujuan berlayar (SPB) untuk perlengkapan dokumen berlayar, supaya memenuhi standar keselamatan pelayaran.sampai sekarang mereka tidak merespon sama sekali, jadi kami juga tidak memberikan izjin berlayar, ungkap sala satu petugas Syahbandar
” Kami suda berikan Teguran menyangkut Keselamatan Penumpang, tapi pihaknya tidak pernah menghiraukan, mereka juga selalu memuat BBM, dan kami suda berikan Teguran, tapi mereka bandel, Kata Syahbandar Setempat.
Bukan itu saja.’mereka juga tidak memiliki Alat-alat penyelemat jiwa (seperti life jacket atau jaket pelampung, dalam jumlah yang sesuai dan layak pakai, maka kami dari Syahbandar juga tidak mengeluarkan izjin berlayar.
Harapan Publik supaya pihak Syahbandar dan Perhubungan,mengambil tindakan tegas memberhentikan PM Faujan Jaya dan PM Marfin beroperasi sementara, sampai memiliki izjin pelayaran yang lengkap. kalau di biarkan kejadian ini terulang lagi dan menjadi kebiasaan buruk.
Sampai berita ini di Publikasikan Pihak media, masih dalam upaya konfermasi pemilik PM Faujan Jaya dan PM Marfin.
Penulis: Ais Le


