HALSEL, Cakrawalmalut. Com– Warga Desa Gurua kecamatan Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku utara mengeluhkan kinerja Kepala Desa setempat yang dinilai jarang berada di desa dan sulit ditemui warga. Dalam dua minggu terakhir, keberadaan Kepala Desa tersebut sama sekali tidak terlihat di wilayah desa, sementara kantor desa justru sering dalam keadaan tertutup dan kosong.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala Desa Gurua diketahui lebih banyak mengurus urusan pribadi di Labuha dan Ternate. Hal ini tentu menyulitkan warga yang membutuhkan pelayanan administrasi maupun penyelesaian berbagai masalah yang berkaitan dengan kepentingan desa.
“Sudah dua minggu ini kami tidak melihat tanda-tanda keberadaan Kepala Desa di kampung. Kantor desa juga selalu tutup kalau kami datang. Katanya beliau sedang berkantor di Labuha bahkan sampai ke Ternate. Kami bingung, mau mengurus surat atau melapor masalah harus ke mana,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya,Rabu (13/5/2026).
Warga berharap agar pemimpin desa dapat lebih memprioritaskan keberadaannya di tengah masyarakat. Menurut mereka, kehadiran Kepala Desa adalah kebutuhan utama agar pelayanan publik berjalan lancar dan pembangunan desa dapat terpantau langsung di lapangan.
Selain masalah akses pelayanan, ketidakhadiran Kepala Desa dalam waktu yang cukup lama ini juga menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga mengenai tanggung jawab dan komitmennya dalam mengelola pemerintahan desa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun penjelasan dari Kepala Desa Gurua terkait alasan ketidakhadirannya di desa selama dua minggu terakhir. Warga pun menunggu kejelasan dan harapan agar pelayanan pemerintahan di Desa Gurua kembali berjalan normal sebagaimana mestinya.
Tim Redaksi


