Foto kondisi Talud Penahan Ombak Desa Orimakurunga kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan
Halsel, CakrawalaMalut.com –Talud penahan ombak di Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, dilaporkan mengalami kerusakan parah pada Sabtu (28/3/2026). Kerusakan tersebut memicu kekhawatiran serius karena berpotensi mengancam permukiman warga pesisir, termasuk fasilitas umum seperti Pustu (Puskesmas Pembantu) dan masjid.
Talud yang sebelumnya berfungsi sebagai pelindung kini tidak lagi mampu menahan terjangan ombak. Kondisi ini dinilai dapat memperparah abrasi pantai dan meningkatkan risiko kerusakan lebih luas terhadap lingkungan serta keselamatan masyarakat setempat.
Wilayah Desa Orimakurunga dikenal sebagai kawasan pesisir yang rawan terhadap ancaman gelombang tinggi. Kerusakan talud diduga akibat hantaman ombak yang terjadi secara terus-menerus dalam beberapa waktu terakhir.
Masyarakat pesisir menjadi pihak yang paling terdampak, khususnya warga yang tinggal di sepanjang garis pantai. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga berada dalam ancaman langsung.
Warga menyebut, rencana pembangunan breakwater (pemecah gelombang) sebelumnya pernah disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat masa kampanye oleh alm calon gubernur Beny Laos serta oleh pemerintah daerah. Aspirasi terkait kebutuhan pembangunan tersebut juga sudah disampaikan kepada Bupati Halmahera Selatan, Basam Kasuba, serta instansi terkait seperti BPBD.
Mantan Kepala BPBD Halmahera Selatan, Aswin Adam, sebelumnya menyatakan Desa Orimakurunga masuk dalam prioritas penanganan berdasarkan arahan pemerintah daerah. Bahkan, tim BPBD bersama pemerintah kabupaten pernah turun langsung ke lokasi untuk meninjau dampak gelombang tinggi yang merusak permukiman warga.
Namun, hingga kini belum ada kepastian maupun realisasi lanjutan pembangunan breakwater, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Kepala Desa Orimakurunga, Rusdi Hi. Sidik, berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret. Ia menegaskan, pembangunan breakwater sangat mendesak untuk melindungi warga dari ancaman gelombang laut.
“Jangan sampai terjadi dampak yang lebih besar dan tidak diinginkan oleh masyarakat. Ini juga berpengaruh terhadap kepercayaan publik kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, proposal pembangunan telah diajukan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi, dan saat ini pihak desa masih menunggu respons resmi.
Masyarakat kini berharap pemerintah segera menindaklanjuti aspirasi yang pernah disampaikan. Apalagi, khususnya saat momentum pilkada dan pilgub serta menghadirkan solusi nyata untuk perlindungan wilayah pesisir.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih dalam proses konfirmasi.// Red


