Jakarta, Cakrawala Malut.Com – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan bahwa program-program sosial pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, perumahan, Kampung Nelayan, hingga Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi manusia (HAM).
Pernyataan itu disampaikan Pigai di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Jumat (20/2/2026). Menurutnya, dalam konteks HAM, negara tidak hanya berbicara soal kebebasan sipil dan politik, tetapi juga hak dasar warga atas pangan, pendidikan, kesehatan, dan tempat tinggal yang layak.
Pigai bahkan menyebut pihak yang ingin meniadakan program-program tersebut sebagai pihak yang menentang HAM. Namun, ia menegaskan bahwa kritik untuk perbaikan layanan tetap diperbolehkan. Yang tidak dibenarkan, menurutnya, adalah upaya menghapus program yang menyangkut hak dasar masyarakat.
Ia juga mengaitkan MBG dengan komitmen global, termasuk dorongan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan perhatian UNICEF terhadap pemenuhan gizi, pendidikan, serta kesehatan anak. Pigai menilai pelaksanaan program oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejalan dengan mandat rakyat serta komitmen internasional.
Sementara itu, isu MBG sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah aksi simbolik yang digelar BEM Universitas Gadjah Mada pada 24 September 2025. Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, belakangan juga dilaporkan mengalami teror berupa ancaman dan intimidasi dari pihak tak dikenal pada 9–11 Februari 2026_✍🏻❗.*_(B_R)_*
_Jakarta, Sabtu 21 Februari 2026._
Sumber : #SENATOR“`
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
https://whatsapp.com/channel/0029VbBgSTX2kNFjD53VZ93q
https://www.facebook.com/share/17hvo2AqnN/
*@.SENATOR 🇮🇩*
_#ShareLikeFollowComment 🙏🏻🤝🏻🇮🇩_

