BENER MERIAH, SELASA (17/2/2026) – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca hidrometeorologi yang diperkirakan melanda wilayah tersebut pada tanggal 15 hingga 20 Februari 2026. Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bener Meriah, Ilham Abdi, menyampaikan bahwa peringatan tersebut merujuk pada informasi resmi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda.
“Berdasarkan lampiran peta perkiraan cuaca, wilayah Kabupaten Bener Meriah masuk dalam daftar daerah yang berpotensi terdampak bencana alam hidrometeorologi,” ujar Ilham.
Menurutnya, berdasarkan surat resmi BMKG, terpantau adanya gangguan atmosfer berupa pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan petir. Selain itu, juga perlu mengantisipasi potensi bencana turunan seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Kominfo Bener Meriah mengingatkan warga yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS) serta lereng perbukitan agar meningkatkan kesiapsiagaan, karena risiko banjir bandang dan longsor dinilai lebih tinggi saat curah hujan meningkat.
Masyarakat juga diminta memastikan saluran drainase di lingkungan masing-masing dalam kondisi lancar. Saat terjadi angin kencang dan hujan lebat, warga diimbau untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun baliho yang berpotensi roboh.
“Pantau terus perkembangan cuaca secara berkala melalui koordinasi dengan BPBD dan pihak terkait. Kami juga menyarankan masyarakat untuk mengikuti informasi resmi melalui kanal media sosial BMKG maupun portal berita resmi Pemerintah Aceh,” tegas Ilham.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap kewaspadaan kolektif dan kesiapsiagaan dini dapat meminimalkan dampak yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Tim Redaksi

