Foto Amiruddin S.Rajilun Kepala sekolah SMAN 2 Kota Ternate
Ternate, CakrawalaMalut.com – 15 Februari 2026 – Sejumlah siswa SMA Negeri 2 Kota Ternate menggelar aksi unjuk rasa damai di lingkungan sekolah pada Jum’at (13/2/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait dugaan sejumlah pelanggaran yang ditujukan kepada oknum guru berinisial RS serta kebijakan kepala sekolah.
Aksi yang berlangsung di halaman sekolah itu diikuti oleh para siswa yang membawa spanduk berisi tuntutan. Dalam spanduk tersebut, mereka meminta kepala sekolah Amiruddin S. Rajilun dicopot dari jabatannya. Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi dugaan tindakan asusila dan pelecehan terhadap siswa oleh oknum guru berinisial RS, dugaan pemerasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp25 juta, dugaan kekerasan terhadap siswa, perampasan hak suara siswa, serta insiden pemukulan yang melibatkan seorang Guru (Pa Diman)
Para siswa menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keresahan atas situasi yang dinilai mencederai lingkungan pendidikan. Mereka mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan kebenaran berbagai dugaan tersebut dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Kota Ternate Amiruddin S.Rajilun saat dikonfirmasi media CakrawalaMalut membantah tudingan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Ia menyatakan bahwa penggunaan dana BOS telah diperiksa oleh inspektorat dan tidak ditemukan pelanggaran. Terkait dugaan pelecehan, ia menyebut tidak terdapat bukti yang mendasar dan hanya berupa percakapan melalui aplikasi WhatsApp, seperti ajakan bertemu yang menurutnya belum dapat dikategorikan sebagai pelanggaran.
Mengenai dugaan kekerasan terhadap siswa, pihak sekolah menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi karena siswa yang bersangkutan berulang kali melakukan pelanggaran tata tertib, sehingga guru yang bersangkutan diduga meluapkan emosi. Namun demikian, pihak sekolah mengakui telah memanggil sejumlah perwakilan siswa untuk melakukan dialog guna membahas persoalan tersebut secara bersama-sama.
Dinas Pendidikan Provinsi diharapkan segera melakukan pemeriksaan secara objektif dan transparan untuk memastikan situasi di lingkungan sekolah tetap kondusif serta menjamin hak dan perlindungan seluruh siswa.//ETL
Editor: Ais Le

