Jakarta, CakrawalaMalut.Com – Presiden Republik Indonesia Soekarno menerima kunjungan Jaksa Agung Amerika Serikat, Robert F. Kennedy, bersama istrinya, Nyonya Ethel Kennedy, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Februari 1962. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari misi diplomatik Amerika Serikat terkait upaya penyelesaian konflik Irian Barat antara Indonesia dan Belanda.
Robert Kennedy, yang juga merupakan adik Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, datang ke Indonesia sebagai utusan khusus Presiden AS.
Ia membawa mandat untuk menjembatani dialog dan meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Irian Barat, yang pada saat itu menjadi salah satu isu geopolitik penting dalam konteks Perang Dingin.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Soekarno menegaskan sikap tegas Indonesia bahwa Irian Barat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Soekarno juga menyampaikan harapan agar Amerika Serikat dapat berperan aktif mendorong penyelesaian konflik secara adil dan damai, tanpa mengabaikan hak-hak bangsa Indonesia.
Sementara itu, Robert Kennedy menyampaikan pandangan Presiden John F. Kennedy yang menginginkan stabilitas kawasan Asia-Pasifik serta solusi diplomatik yang dapat diterima oleh semua pihak. Amerika Serikat, kata Kennedy, berharap konflik tersebut tidak berkembang menjadi konfrontasi bersenjata yang lebih luas.
Kunjungan Robert dan Ethel Kennedy disambut dengan upacara kenegaraan sederhana, mencerminkan hubungan diplomatik yang cukup erat antara Indonesia dan Amerika Serikat pada awal dekade 1960-an. Pertemuan ini kemudian menjadi salah satu langkah penting menuju proses diplomasi internasional yang berujung pada Perjanjian New York 1962, yang membuka jalan bagi pengembalian Irian Barat ke pangkuan Indonesia.
Sumber : Hj Hagia Sofia
Editor : Ais Le
