Halmahera Selatan, Maluku Utara – Bayangkan puluhan siswa SMP duduk bersila di lantai beton dingin, tanpa meja dan kursi, selama berjam-jam setiap hari.
Inilah realitas pahit yang dialami siswa kelas VIII SMP Negeri 71 Halmahera Selatan, di Desa Lelelo, Kecamatan Obi Selatan. Selama dua tahun terakhir, proses belajar mengajar berlangsung dalam kondisi memprihatinkan karena kekurangan mobiler sekolah yang parah – bahkan satu pun meja atau kursi tak tersedia!
Kondisi ini bukan isapan jempol.
Seorang staf sekolah yang memilih anonim mengonfirmasi fakta menyedihkan ini melalui pesan WhatsApp.
“Memang benar, sudah dua tahun ini anak-anak di kelas VIII belajar dengan melantai. Kami berharap dinas terkait bisa memperhatikan kondisi pendidikan di Halmahera Selatan secara merata, terutama dari segi sarana dan prasarana,” keluhnya dengan nada putus asa.
Menurutnya, situasi ini tak hanya membuat siswa dan guru tidak nyaman, tapi juga berpotensi merusak semangat belajar.
“Lebih parahnya lagi, di kelas VIII tidak ada satu pun mobiler. Kami khawatir hal ini akan berdampak pada semangat dan hasil belajar siswa. Kami berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan bisa segera turun tangan,” tambah sumber tersebut, suaranya seolah mencerminkan jeritan hati para pendidik di ujung timur Indonesia.
Para wali murid pun tak tinggal diam. Mereka menyuarakan kekecewaan mendalam atas kelalaian ini.
“Anak-anak kami berhak belajar dengan layak seperti siswa di sekolah lain. Pemerintah harus segera bertindak!” seru salah satu orang tua, yang mewakili puluhan keluarga di desa terpencil ini.
Hingga berita ini diturunkan pada 11 November 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi apa pun terkait upaya penanganan.
Apakah ini bagian dari ketidakmerataan pembangunan pendidikan di Maluku Utara? Atau sekadar birokrasi yang lamban?
Krisis ini bukan hanya masalah satu sekolah, tapi cermin dari tantangan pendidikan di daerah terpencil Indonesia.
Tanpa intervensi cepat, generasi muda di Obi Selatan berisiko tertinggal jauh. Pemerintah daerah, saatnya bangkit! Berikan anak-anak kami meja, kursi, dan masa depan yang layak.
Dinas pendidikan mohon evaluasi kepsek yang bersangkutan.

