Proses Serah terima Perbaikan MTs Obi Maharai Desa Gambaru
Halmahera Selatan, CakrawalaMalut.com –April 2026 – Pendidikan yang layak merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Di wilayah Maluku Utara, tantangan infrastruktur pendidikan masih menjadi perhatian serius. Data terbaru menunjukkan sekitar 300 sekolah di Maluku Utara masih memerlukan rehabilitasi bangunan guna menunjang proses belajar yang layak.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, telah menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat revitalisasi satuan pendidikan. Program ini mencakup pembangunan dan perbaikan sarana serta prasarana guna memastikan tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal. Sarana yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas pendidikan.
Sejalan dengan visi tersebut, Harita Nickel melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) turut mengambil peran aktif dalam memperkuat sektor pendidikan di Pulau Obi, khususnya di Desa Gambaru, Kecamatan Obi Selatan.
Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas literasi serta perbaikan fasilitas pendidikan.
Langkah konkret yang dilakukan meliputi rehabilitasi fisik bangunan sekolah, pemasangan lantai keramik, plafon, hingga penyediaan sarana pendukung lainnya. Selain itu, Harita Nickel juga membangun Rumah Belajar Simore sebagai pusat kegiatan literasi bagi anak-anak desa.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gambaru, Sutrisno Haris, mengungkapkan bahwa kehadiran program ini sangat membantu masyarakat, terutama anak-anak dalam mengakses pendidikan yang lebih layak. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk keberlanjutan program tersebut.
“Ketika bangunan sekolah sudah lebih baik, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman. Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak,” ujarnya.
Rumah Belajar Simore sendiri telah menjadi pusat peningkatan minat baca dan keterampilan literasi dasar. Saat ini, puluhan anak Desa Gambaru rutin mengikuti kegiatan belajar membaca, menulis, dan berhitung di fasilitas tersebut. Kehadiran ruang belajar ini memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri anak-anak.
“Setiap sore anak-anak datang dengan rasa senang. Mereka sangat bahagia belajar sambil bermain di sini,” tutur salah satu warga.
Program ini juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan. Sekretaris Dinas Pendidikan, Dr. Muhammad Agus Umar, menilai bahwa langkah yang dilakukan Harita Nickel sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Rumah Belajar Simore merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus diperluas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Inisiatif Harita Nickel dinilai relevan dengan kondisi pembangunan manusia di Halmahera Selatan. Berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah tersebut berada di angka sekitar 66,66. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masih menjadi prioritas utama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan kualitas pendidikan di wilayah terpencil seperti Pulau Obi dapat terus meningkat dan memberikan dampak nyata bagi generasi masa depan.// Ais Le
Editor : Redaksi


