Ternate, Cakrawala Malut.com– Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XXXI Tahun 2025. Sebanyak 348 lulusan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung di Auditorium UMMU, Sabtu (15/11/2025).
Pada momen ini, sejumlah wisudawan berhasil mencatatkan prestasi akademik membanggakan. Miranda Mamulaty dari Program Studi Kesehatan Masyarakat ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,89. Disusul Dwirara Soebagio dari Prodi Psikologi dengan IPK 3,88, dan Nurul Mahmud dari Prodi Ilmu Komunikasi yang meraih IPK 3,86.
Dalam sambutannya, Rektor UMMU Prof. Saiful Deni menyampaikan bahwa kampus terus berbenah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada tahun akademik 2025–2026. Upaya tersebut ditandai dengan penambahan jumlah tenaga pendidik berkualifikasi doktor serta guru besar di lingkungan universitas.
Ia juga menekankan meningkatnya prestasi mahasiswa baik di tingkat nasional maupun internasional, yang menurutnya menjadi bukti komitmen UMMU dalam mencetak lulusan unggul dan berdaya saing.
“Tak lama lagi masa periode saya sebagai rektor berakhir. Saya yakin momentum regenerasi telah tiba, dan insyaAllah UMMU akan menjadi lebih baik ke depannya. Semoga wisuda kali ini menjadi berkah bagi semuanya,” ujar Saiful.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Maluku–Maluku Utara, Dr. Jance Eduard Lekatompessy, dalam amanatnya menegaskan bahwa digitalisasi menjadi tantangan besar bagi kepemimpinan UMMU ke depan. Menurutnya, perguruan tinggi dituntut untuk melakukan transformasi digital agar mampu berkompetisi di level regional maupun internasional.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada para lulusan agar menjaga integritas dan terus belajar sepanjang hayat. Jance menekankan bahwa dunia kerja membutuhkan generasi muda yang adaptif, kreatif, dan tidak bergantung pada satu pilihan profesi.
“Hari ini Anda diwisuda, tapi bukan berarti selesai belajar. Di era yang bergerak cepat ini, jadilah pembelajar sepanjang hayat. Jangan hanya berfokus menjadi pegawai negeri, tetapi beranilah menjadi wirausaha muda untuk membangun negeri, terutama di Provinsi Maluku Utara,” tutupnya.
Tim Redaksi

