Cakrawala Malut. Com- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan secara terbuka menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, guna mengejar target swasembada protein nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas harapan yang disampaikan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, dalam acara Penandatanganan MoU pembentukan ekosistem UMKM di Pendapa Kabupaten Batang, Jumat (30/1/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Faiz melaporkan capaian membanggakan bahwa Kabupaten Batang telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,05 persen pada tahun 2025, melampaui ekspektasi nasional.
“Alhamdulillah Batang pada 2025 pertumbuhan ekonominya mencapai 8,05 persen. Insyaallah mungkin bisa dilaporkan kepada Bapak Presiden, jika beliau memberikan target pertumbuhan 8 persen, di Batang kita sudah achieve,” jelasnya.
Kesuksesan pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh strategi link and match antara sektor pertanian, peternakan, dan ritel modern, salah satunya kolaborasi peternakan ayam dengan perkebunan kelengkeng yang hasilnya langsung diserap jaringan Indomaret.
Di tengah capaian tersebut, Bupati Faiz menyampaikan permohonan khusus untuk mendapatkan dukungan pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara.
Menanggapi hal tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyambut baik inisiatif Pemkab Batang dan memberikan janji dukungan. “Tadi yang pelabuhan Pak, nanti kasih (proposalnya) ke saya ya, saya janji saya bantu Kabupaten Batang,” tegasnya.
Zulkifli menjelaskan bahwa setelah sukses mencapai swasembada karbohidrat seperti beras dan jagung, tantangan berikutnya adalah memenuhi kebutuhan protein ikan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.
“Tahun ini kita masih kurang namanya protein ikan. Di Jawa Tengah kita akan bangun Kampung Nelayan. Akan dibangun sebanyak 2.000 tahun ini, serta 20.000 hektare tambak ikan agar kebutuhan protein tercukupi,” ujarnya.
Selain pembangunan pelabuhan, Menko Pangan juga menyoroti peran penting Koperasi Desa (Kopdes) dengan fasilitas seluas 1.000 meter persegi untuk menampung hasil UMKM lokal. Ia menekankan bahwa keberhasilan Gerakan Ekonomi Rakyat atau Ekonomi Pancasila tidak lepas dari dukungan organisasi kemasyarakatan.
“Tanpa dukungan Ansor tidak mungkin sukses, saudara-saudara sekalian. Dan kalau NU tidak maju, Indonesia tidak maju. Yuk, kita sambut Gerakan Ekonomi Rakyat ini dengan gegap gempita,” pungkasnya.
Tim Redaksi

