Hasil Screenshot Wa dan messenger pelaku Penipuan di media sosial
Maluku Utara, CakrawalaMalut.com – 4 April 2026 – Modus penipuan melalui media sosial kembali marak terjadi di wilayah Maluku Utara. Kali ini, pelaku menyasar masyarakat dengan mengatasnamakan bantuan dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, melalui platform Facebook dan aplikasi WhatsApp.
Pelaku menjalankan aksinya dengan menawarkan bantuan uang tunai hingga Rp20 juta kepada calon korban. Berdasarkan hasil konfirmasi dengan salah satu korban, pelaku awalnya menghubungi melalui Facebook Messenger dan mengaku dapat membantu proses pendaftaran bantuan dengan syarat yang sangat mudah.
Dalam percakapan tersebut, pelaku meminta korban mengirimkan nomor WhatsApp dengan dalih untuk didaftarkan sebagai penerima bantuan. Setelah korban memberikan nomor, pelaku kembali meyakinkan dengan menyebut bantuan berasal dari gubernur dan menawarkan kemudahan mendapatkan dana tersebut.
Pelaku juga mengirimkan foto seorang perempuan yang memegang uang pecahan Rp100.000 sebagai bukti palsu untuk memperkuat kepercayaan korban. Korban sempat percaya karena bahasa yang digunakan pelaku terkesan meyakinkan dan mencatut nama pejabat daerah.
Namun, kecurigaan muncul ketika pelaku mulai meminta data pribadi secara lengkap tanpa prosedur resmi. Data yang diminta meliputi nama lengkap, nomor telepon, nomor rekening, nama bank, foto KTP, alamat, hingga pekerjaan.
Tidak hanya itu, setelah data dikirim, pelaku kembali menghubungi korban dan menyampaikan bahwa bantuan sebesar Rp20.000.000 akan segera ditransfer. Akan tetapi, korban diminta terlebih dahulu membayar biaya pajak sebesar Rp1.000.000 sebagai syarat pencairan dana. Pelaku beralasan bahwa biaya tersebut hanya sementara dan akan dikembalikan bersama bantuan.
Ciri-ciri modus penipuan yang teridentifikasi antara lain:
Mengatasnamakan pejabat atau instansi pemerintah
Menawarkan bantuan dalam jumlah besar tanpa prosedur resmi
Meminta data pribadi secara lengkap dalam waktu singkat
Menggunakan foto atau bukti palsu untuk meyakinkan korban
Meminta sejumlah uang di awal dengan alasan administrasi atau pajak
Fakta penting yang perlu diketahui masyarakat:
Tidak ada program resmi Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang meminta biaya apapun untuk pencairan bantuan
Permintaan transfer uang di awal merupakan indikasi kuat penipuan
Data pribadi yang diberikan berpotensi disalahgunakan untuk tindak kejahatan lainnya
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan di media sosial. Segala bentuk informasi terkait bantuan pemerintah seharusnya hanya diperoleh melalui kanal resmi dan prosedur yang jelas.
Warga juga diminta untuk tidak mudah percaya terhadap tawaran bantuan yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya, tidak mengirimkan uang dalam bentuk apapun, serta tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Kasus ini suda di konfermasi orang kepercayaannya ibu gubernur lewat via Wa Sabtu 4/3/2026 mengatakan informasi bantuan itu yang beredar di Facebook dan WA itu tidak benar, itu modus penipuan yang mengatasnamakan Ibu gubernur.ujarnya
” Apabila menemukan indikasi penipuan serupa, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwajib atau instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.// Ais le
Editor : Redaksi


