Bojonggede, Cakrawala Malut.Com-Kasus penjual es gabus bernama Suderajat yang sempat viral dan menjadi sorotan publik akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pemerintah setempat. Camat Bojonggede, Tenny Ramadhani, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kondisi psikologis Suderajat yang selama ini dinilai berbohong dan memberikan jawaban tidak konsisten saat ditanya oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Nama Suderajat menjadi perbincangan luas setelah dirinya dituduh oleh oknum aparat berjualan es gabus dengan menggunakan bahan spons. Tuduhan tersebut memicu simpati sekaligus polemik di tengah masyarakat, terlebih ketika beredar video Suderajat yang memberikan jawaban berubah-ubah saat dimintai keterangan oleh Gubernur Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Camat Bojonggede Tenny Ramadhani menyampaikan bahwa berdasarkan hasil asesmen lintas instansi, Suderajat terindikasi mengalami gangguan mental pascatrauma. Indikasi tersebut bukan tanpa dasar, melainkan hasil penelusuran dan penilaian dari berbagai pihak terkait.
“Lalu kemudian terkait banyak rumor tentang Pak Suderajat, mungkin jawabannya ketika ditanya selalu berubah-ubah dan terkesan seperti berbohong. Hasil dari asesmen kami, terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya,” ujar Tenny.
Tenny menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan Suderajat kerap memberikan pernyataan yang tidak konsisten, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik. Bahkan, istrinya juga terindikasi mengalami gangguan mental, dengan kondisi yang disebut lebih parah dibandingkan Suderajat.
“Kondisi istri Pak Suderajat justru lebih berat. Hal ini juga diperkuat oleh keterangan ketua RT dan RW setempat yang menyatakan bahwa sejak lama terdapat keterbelakangan secara psikologis dan mental,” tambahnya.
Menurut Tenny, indikasi gangguan mental tersebut diduga telah ada sebelum kasus tuduhan penggunaan spons mencuat ke publik. Namun, tekanan sosial yang muncul akibat viralnya kasus ini, termasuk banyaknya orang yang datang ke rumah Suderajat, diduga memperparah kondisi kejiwaannya.
Pemerintah Kecamatan Bojonggede berharap penjelasan ini dapat menghentikan berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat. Tenny menegaskan bahwa Suderajat bukanlah pihak yang dengan sengaja berbohong, melainkan memiliki keterbatasan psikologis yang perlu dipahami secara lebih manusiawi.
“Kami berharap masyarakat dapat mengembalikan persoalan ini pada konteks yang sebenarnya dan tidak lagi menghakimi. Yang dibutuhkan Pak Suderajat dan keluarganya saat ini adalah pendampingan dan perlindungan,” pungkasnya.
Pemerintah setempat juga berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan Suderajat dan keluarganya mendapatkan penanganan serta pendampingan yang layak sesuai kondisi yang dialami.
Tim Redaksi

