Jakarta, Cakrawala malut.Com – Timnas Iran yang telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 kini menghadapi ketidakpastian besar terkait partisipasinya di turnamen bergengsi yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Seluruh laga fase grup mereka dijadwalkan berlangsung di wilayah AS, namun situasi geopolitik terkini akibat konflik yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran membuat kepastian keikutsertaannya menjadi pertanyaan terbuka.
Setelah operasi militer besar diumumkan dan kondisi keamanan kawasan memanas, muncul pertanyaan krusial: Apakah Iran tetap akan tampil di ajang yang digelar setiap empat tahun tersebut? Dengan kurang dari empat bulan menjelang kick-off, kemungkinan absennya Iran membuat FIFA harus mempertimbangkan sejumlah skenario yang mungkin terjadi. Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengancam akan memindahkan laga Piala Dunia 2026 jika kondisi tidak memungkinkan keamanan terjamin.
Konflik Politik Bayangi Kepastian Iran
Trofi Piala Dunia dipajang saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025 (c) Dan Mullan/Pool Photo via AP
Iran memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah berhasil menjuarai Grup A kualifikasi zona Asia. Ini akan menjadi penampilan ketujuh mereka dalam sejarah, termasuk tiga edisi terakhir di Brasil (2014), Rusia (2018), dan Qatar (2022). Dalam jadwal resmi yang telah ditetapkan, Iran tergabung di Grup G dengan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di SoFi Stadium, Inglewood, sebelum melawan Mesir di Lumen Field, Seattle.
Namun, konflik yang terjadi beberapa hari terakhir membuat situasi tidak dapat dipastikan. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengakui ketidakjelasan tersebut dalam wawancaranya dengan portal olahraga Varzesh3. “Yang pasti, setelah serangan ini, kami tidak bisa diharapkan menyambut Piala Dunia dengan penuh harapan,” ujarnya, menambahkan bahwa saat ini belum ada kepastian apakah Iran akan benar-benar berpartisipasi.
Jika tetap tampil, berikut jadwal lengkap Iran di Grup G:
– 16 Juni 2026: Iran vs Selandia Baru (SoFi Stadium, Inglewood)
– 21 Juni 2026: Belgia vs Iran (SoFi Stadium, Inglewood)
– 27 Juni 2026: Mesir vs Iran (Lumen Field, Seattle)
Dalam skenario tertentu, Iran bahkan berpotensi menghadapi tuan rumah AS di babak gugur jika kedua tim sama-sama finis sebagai runner-up grup masing-masing. Sebagai catatan, warga negara Iran saat ini masuk dalam daftar pembatasan perjalanan pemerintah AS, namun terdapat pengecualian bagi atlet, pelatih, staf pendukung, serta keluarga inti yang bepergian untuk ajang olahraga internasional besar seperti Piala Dunia dan Olimpiade.
Di sisi lain, aktivitas sepak bola Iran belum sepenuhnya terhenti. Tim nasional putri Iran masih melanjutkan kompetisinya di Piala Asia Wanita 2026 di Australia, meski pelatih Marziyeh Jafari belum memberikan komentar terkait konflik yang sedang berlangsung.
Skenario Jika Iran Tidak Tampil
Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File
Apabila Iran memutuskan untuk mundur atau dilarang tampil, FIFA memiliki sejumlah opsi berdasarkan regulasi Piala Dunia 2026 yang dirilis tahun lalu, meskipun aturan tersebut tidak menjelaskan prosedur secara rinci.
Salah satu kemungkinan adalah mengubah struktur Grup G menjadi hanya tiga tim. Namun, skenario ini dinilai kurang ideal karena akan mengurangi jumlah pertandingan dan berpotensi mengganggu kontrak siaran televisi yang telah disepakati.
Opsi yang lebih realistis adalah menunjuk tim pengganti. Namun, penentuan pengganti tidaklah mudah mengingat Iran lolos otomatis sebagai juara Grup A kualifikasi Asia. Arab Saudi dan Qatar juga lolos langsung, sementara Uni Emirat Arab dan Irak masuk ke babak play-off regional. Irak berhasil memenangkan play-off dua leg dan berhak tampil di play-off antar-konfederasi melawan pemenang antara Bolivia dan Suriname.
Jika Irak akhirnya lolos ke Piala Dunia melalui jalur tersebut, Uni Emirat Arab berpotensi menjadi kandidat berikutnya dari Asia. Secara teoritis, FIFA juga bisa mempertimbangkan tim lain dari luar kawasan Asia, termasuk peserta yang kalah di play-off antar-konfederasi, meskipun kemungkinan terjadinya hal ini sangat kecil.
Waktu Kian Menipis Menuju Kick-Off
Piala Dunia 2026 dijadwalkan dibuka pada 11 Juni 2026 dengan laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Estadio Azteca, Mexico City. Seiring berjalannya waktu, kepastian mengenai status Iran menjadi isu yang tidak dapat diabaikan oleh semua pihak terkait.
Untuk saat ini, belum ada keputusan resmi baik dari FIFA maupun otoritas terkait. Semua kemungkinan masih terbuka, dan perkembangan situasi geopolitik dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi faktor penentu utama bagi masa depan partisipasi Iran di Piala Dunia 2026.
Tim Redaksi
Sumber; Bola Net

