PULAU MAKIAN, Cakrawalamalut.Com— Kabar gembira datang bagi seluruh masyarakat Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan. Kapal pengangkut pasokan minyak tanah telah tiba di Pelabuhan Desa Walo pada Selasa, 13 Oktober 2026.kedatangan kapal ini disambut baik dan membawa rasa lega di tengah masyarakat yang sebelumnya sempat khawatir terhadap pasokan bahan bakar tersebut.
Kedatangan kapal pengangkut minyak tanah ini menjadi momen yang sangat dinantikan warga, mengingat minyak tanah masih menjadi salah satu kebutuhan pokok yang vital bagi masyarakat di wilayah kepulauan ini untuk keperluan memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Pasokan yang sempat menipis kini telah terpenuhi kembali.
Tidak lama setelah kapal bersandar di Pelabuhan Walo, proses penyaluran dan pendistribusian segera dilakukan. Pasokan minyak tanah kini telah disebarkan ke berbagai desa di wilayah Kecamatan Pulau Makian, sehingga warga di setiap desa dapat kembali memperoleh kebutuhan bahan bakar tersebut dengan lancar dan harga yang terjangkau.
Suasana gembira dan kelegaan terpancar dari wajah para warga. Salah seorang warga Desa Walo menyampaikan, “Kami sangat lega dan bersyukur. Akhirnya minyak tanah datang juga. Selama ini kami cukup cemas karena persediaan hampir habis dan belum ada kepastian kapan pasokan baru akan tiba. Sekarang kami tidak perlu lagi khawatir, kebutuhan rumah tangga kami terpenuhi tetap terpenuhi.”
Sementara itu, warga dari desa-desa lain juga menyambut baik kelancaran pasokan ini. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah memastikan pasokan minyak tanah sampai di tempat kami. Semoga ke depannya pasokan seperti ini dapat terus terjaga ketersediaannya, sehingga kami tidak perlu lagi menunggu dalam kecemasan,” ujar warga lainnya.
Pihak terkait juga berharap agar pendistribusian dapat berjalan lancar dan merata ke seluruh desa di Kecamatan Pulau Makian, sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan akses bahan bakar yang sangat dibutuhkan sehari-hari. Ketersediaan pasokan yang stabil dan lancar diharapkan dapat terus dijaga demi kenyamanan dan kebutuhan hidup masyarakat di daerah kepulauan ini.
Kehadiran kapal pengangkut minyak tanah di Pelabuhan Walo ini sekaligus menegaskan bahwa akses distribusi ke wilayah pulau terus dijaga, dan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas. Warga berharap kedepannya tidak ada lagi gangguan pasokan, sehingga kehidupan masyarakat dapat berjalan normal tanpa perlu cemas memikirkan ketersediaan kebutuhan pokok mereka.


