MAKIAN, Cakrawalamalut.Com— Demi memohon turunnya hujan dan mencegah terjadinya kekeringan yang mulai mengancam wilayah setempat, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Pulau Makian bersama seluruh elemen masyarakat menggelar pelaksanaan Shalat Istisqa secara berjamaah di halaman Kantor Kawilker UPP Kelas II soa sio Kecamatan Pulau Makian, Jumat (18/9/2026). Pukul |7:30 Wit.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh keharuman kebersamaan ini dihadiri langsung oleh Camat Pulau Makian selaku pimpinan Forkopincam, Kapolsek Pulau Makian dan personil pa KUA dan jajarannya, Babinsa, para tokoh agama, tokoh adat, para kepala desa, perangkat desa, serta ratusan warga yang datang dari berbagai penjuru desa di wilayah Kecamatan Pulau Makian.
Suasana terlihat sangat menyentuh hati. Ratusan jamaah laki-laki maupun perempuan berdatangan sejak pagi, mengenakan pakaian yang bersih dan sederhana, lalu berbaris rapi di area pelaksanaan shalat untuk memanjatkan doa bersama kepada Allah SWT agar dikaruniai curahan hujan yang membawa berkah, kesuburan, dan keselamatan bagi seluruh penduduk Pulau Makian.
Dalam sambutannya,Kepala kantor Urusan Agama Kecamatan pulau makian Hamid Madu S.Ag menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa ini merupakan wujud kepedulian sekaligus keprihatinan bersama atas kondisi cuaca yang belakangan ini terasa semakin panas dan curah hujan yang sangat minim turun ke bumi.
“Kita semua menyadari bahwa tanah kita mulai mengering, sumur-sumur warga ada yang mulai menyusut airnya, dan lahan pertanian serta perkebunan yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat kita juga mulai kekurangan pasokan air. Oleh karena itu, sebagai umat beriman, langkah pertama dan utama yang harus kita lakukan adalah kembali kepada Allah SWT, memohon pertolongan-Nya dengan cara berdoa, bertaubat, dan menyatukan hati dalam satu keinginan yang sama,” ujar Camat di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, Camat juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga senantiasa menjaga kelestarian lingkungan, menghemat penggunaan air bersih, serta saling berbagi dan membantu tetangga yang mulai kesulitan mendapatkan akses air minum.
Sementara itu, salah satu tokoh agama yang memimpin doa menyampaikan bahwa Shalat Istisqa bukan sekadar rutinitas keagamaan semata, melainkan momen pertobatan kolektif untuk menyadarkan diri manusia bahwa segala sesuatu di alam semesta ini sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Allah SWT.
“Kami berdoa semoga Allah melunakkan hati kita semua, mengampuni dosa-dosa kita, dan menurunkan hujan yang lebat namun tetap menyejukkan, tidak membawa bencana, melainkan membawa kehidupan dan kesuburan kembali ke tanah Pulau Makian ini,” ungkap tokoh agama tersebut di tengah isak tangis dan permohonan para jamaah.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. Tidak ada perbedaan status sosial, jabatan, maupun kedudukan di tempat ini—semua berdiri setara di hadapan Tuhan untuk memohon rahmat yang sama.
Para warga yang hadir pun menyampaikan harapannya. Salah seorang warga mengatakan, langkah yang diambil oleh Forkopincam bersama masyarakat ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh, karena menyadarkan kembali bahwa kekuatan doa bersama jauh lebih besar daripada sekadar usaha sendiri.
“Kami berharap setelah kegiatan ini dilaksanakan, langit segera terbuka dan hujan turun membasahi bumi kami. Sawah dan kebun kami butuh air, anak-anak kami butuh air bersih untuk minum dan mandi. Semoga doa kami semua dikabulkan,” ucap warga tersebut dengan penuh harap.
Dengan berakhirnya pelaksanaan Shalat Istisqa ini, Forkopincam Pulau Makian berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan air di setiap desa, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengambil langkah-langkah penanganan dini jika ancaman kekeringan terus berlanjut.
Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa di tengah ujian alam, persatuan dan kebersamaan antara pemerintah kecamatan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Kecamatan Pulau Makian tetap kokoh berdiri sebagai satu keluarga besar yang saling memohonkan kebaikan bagi tanah kelahirannya.


