Tempel, CakrawalaMalut.com– Kurang dari 24 jam setelah kebakaran menghanguskan rumah warga di Dusun Kajoran, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Merdikorejo langsung menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga terdampak, Senin (23/2/2026).
Kebakaran terjadi pada Minggu (22/2/2026) di kediaman Sutriyanta di wilayah Jambean. Berdasarkan laporan Jogoboyo Banyurejo, Irwan Darmanta, api diduga berasal dari korsleting arus pendek listrik yang cepat merambat dan menghanguskan perabotan serta perlengkapan rumah tangga. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil membuat keluarga terdampak membutuhkan bantuan segera.
Koordinator lapangan relawan KSB Merdikorejo, Sudarsana, menyatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga. Bantuan berasal dari Lumbung Sosial Kalurahan Merdikorejo yang disiapkan untuk situasi darurat.
“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dan menyiapkan paket bantuan agar bisa segera disalurkan kepada keluarga terdampak. Fokus kami adalah memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi di masa awal pascabencana ini,” ujar Sudarsana di lokasi kebakaran.
Paket bantuan meliputi beras, gula, minyak goreng, biskuit, serta perlengkapan tidur dan rumah tangga seperti kasur, matras, selimut, handuk, ceret, alat rumah tangga, dan alas kaki.
Relawan Subardi menekankan pentingnya bantuan di hari pertama pascabencana. “Dukungan awal sangat berpengaruh terhadap ketahanan fisik dan psikologis korban. Itulah sebabnya kami memprioritaskan pengiriman agar mereka merasa tidak sendirian menghadapi musibah ini,” tegasnya.
Aksi ini dilakukan kolaboratif dengan berbagai unsur, termasuk personel Bhabinkamtibmas, Babinsa, petugas Damkar Sleman, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman, Pamong Kalurahan, Jagawarga, Satlinmas Banyurejo, dan warga setempat yang juga membantu membersihkan puing-puing. Relawan Dony Pradana dan Freddy Anggara juga aktif terlibat.
Model respons berbasis desa melalui KSB dinilai relevan secara nasional untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat. Sistem lumbung sosial tingkat kalurahan membuktikan kesiapsiagaan lokal mampu menjadi garda terdepan perlindungan, diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat sistem pengurangan risiko bencana berbasis komunitas.
Oleh SBD/KIM SENYUM TEMPEL
Selasa, 24 Februari 2026
Tim Redaksi

