Cakrawala Malut. Com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus melakukan upaya memperkuat pencegahan penyakit jantung, yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui program deteksi dini dan edukasi pola hidup sehat, mengingat tingginya kasus hipertensi sebagai faktor risiko utama.
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, hipertensi menjadi penyakit terbanyak di Provinsi Riau sepanjang tahun 2025 dengan total 16.522 kasus. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal jika tidak ditangani dengan tepat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Yaneliza, menegaskan bahwa kasus hipertensi menjadi perhatian serius. “Penyakit jantung sebenarnya bisa dicegah dan dikontrol. Kuncinya ada pada deteksi dini, penerapan pola hidup sehat, serta pengobatan yang teratur,” ujarnya pada Kamis (5/2/2026).
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Riau menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di seluruh puskesmas untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. “Dari pemeriksaan itu akan terlihat apakah seseorang memiliki faktor risiko. Kalau tidak ditangani dengan baik dan tidak rutin minum obat, komplikasinya bisa berdampak ke jantung,” jelas Yaneliza.
Selain layanan kesehatan, pihaknya juga terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perubahan gaya hidup, seperti konsumsi buah dan sayur yang kaya serat serta aktivitas fisik minimal 30 menit sehari. Upaya ini diperkuat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang telah berjalan sejak 2017.
Layanan skrining kesehatan gratis telah tersedia sejak Februari 2025 dan bisa dimanfaatkan masyarakat tanpa biaya. “Minimal setahun sekali masyarakat difasilitasi cek kesehatan gratis. Jika ditemukan risiko, puskesmas akan menangani atau merujuk ke rumah sakit. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Tim Redaksi

