GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan masalah gizi melalui penyelenggaraan Edukasi Gizi Serentak sebagai puncak peringatan ke-66 Hari Gizi Nasional (HGN).
Kegiatan yang digelar secara spektakuler tersebut berhasil menggerakkan partisipasi sebanyak 10.306 siswa dari 57 sekolah berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP/MTs, hingga SMA/MA, yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.
Tidak hanya sebagai agenda daerah, Edukasi Gizi Serentak ini juga menarik perhatian pemangku kepentingan tingkat nasional. Secara daring, kegiatan disaksikan langsung oleh Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Pusat, Doddy Izwardy, serta perwakilan dari Direktorat Gizi Kementerian Kesehatan RI sebagai bentuk dukungan.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyatakan bahwa momen ini sangat strategis untuk menanamkan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
“Melalui Edukasi Gizi Serentak ini, kami ingin membangun kesadaran sejak dini kepada para siswa tentang pentingnya gizi seimbang, kebugaran jasmani, serta pencegahan anemia khususnya pada remaja putri. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Gorontalo,” ujar Anang pada Rabu (28/01/2026), sehari setelah kegiatan berlangsung.
Anang berharap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan pada momentum HGN, namun dapat diintegrasikan sebagai upaya rutin di seluruh satuan pendidikan untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Secara teknis, rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bergizi yang melibatkan siswa secara aktif, antara lain pengukuran kebugaran jasmani, senam sehat bersama, sarapan pagi, serta pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri. Setelah sesi praktik, para siswa menerima materi edukasi gizi di kelas masing-masing.
Melalui gelaran besar-besaran ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap Edukasi Gizi Serentak mampu melampaui sekadar kegiatan seremonial.
Tim Redaksi

