SURABAYA, CakrawalaMalut.com– Situasi sulit tengah melilit Juventus setelah mengalami kekalahan 0-2 dari Como pada pekan ke-26 Serie A Liga Italia, Sabtu (21/2/2026) malam WIB. Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Bianconeri yang kini tak pernah menang dalam lima laga terakhir di semua ajang, dengan tiga pertandingan terakhir berakhir dengan kekalahan.
Kondisi ini jauh dari ekspektasi, mengingat Juventus sempat stabil berada di zona Liga Champions pada fase awal musim 2025/2026. Tekanan kini semakin memuncak akibat performa inkonsisten dan lini pertahanan yang terkesan rapuh, membuat musim ini berubah menjadi mimpi buruk bagi klub dari Turin.
Krisis yang dialami Juventus tidak datang secara tiba-tiba. Sejak awal musim, klub ini sudah berada dalam situasi tidak ideal, bahkan sempat melakukan pergantian pelatih dengan mendepak Igor Tudor dan menunjuk Luciano Spalletti sebagai penggantinya. Pergantian tersebut sempat membawa angin segar, namun lima laga terakhir menghancurkan fondasi optimisme tersebut.
Selain kekalahan dari Como, rentetan hasil buruk lainnya yang dialami Juventus adalah kekalahan 2-5 oleh Galatasaray, takluk 2-3 dari Inter Milan, imbang 2-2 kontra Lazio, serta kekalahan 0-3 dari Atalanta. Statistiknya mengkhawatirkan karena mereka kebobolan sebanyak 15 gol dan hanya mampu mencetak enam gol dalam lima laga tersebut, mencerminkan krisis struktural di lini belakang tim.
Tim Redaksi

